ReviewReviewReviewReviewReviewPersepolisAug 12, '08 12:15 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Animation
Dalam banyak hal, film animasi justru lebih memberi kebebasan pada cinematographer untuk berkarya. Misalnya Avatar Aang, the legend continues (kira-kira di Book Air, Avatar-nya masih Aang, ngga? Jangan2 ada Avatar baru). Film animasi untuk orang dewasa tidak terbatasi batasan-batasan yang ditetapkan untuk film kanak-kanak, sehingga imaginasinya bisa luas sekali.

Dalam banyak hal, sebagai suatu film, bukan sebagai ajang catwalk-nya bintang-bintang yang elok dan menggiurkan (ngebayangin ...mmm... sapa ya kali ini...Aaron Eckhart? Atau Carmine Giovinazzo?), film animasi tidak dibatasi oleh bintang-bintang pendukungnya. Khayalannya tidak dibatasi budget. Maksud saya, mau bikin film berlatar belakangan kehidupan kutub utara... ngga perlu repot ke daerah bergunung salju kan? Mau bikin gambar frontal n*dity dari seseorang, hanya perlu minta ijin, ngga perlu minta dia berpose, kan? I mean.... it's all imagination, kepala Danny Messer bisa disambung dengan body Danny de Vito kan? (asli guwe kebanyakan nonton CSI franchise).

STOP PRESS
Jadi inget acara wedding shower-nya Phoebe Buffay (Friends) yang dirayakan dengan mengundang str*pt**** dancer, yang ternyata diperankan oleh Danny de Vito.

Persepolis adalah film dalam kategori animasi untuk orang dewasa. Soalnya kalau anak kecil yang nonton, mereka pasti misuh-misuh, ini film jagoannya yang mana? Kok ngga ada yang baik dan yang jahat? Aku mau Avatar !!! (walau, mengingat banyak adegan ciuman di Avatar... ponakan guwe pada sebel tuh... kayaknya Avatar juga lebih cocok jadi film aniwasi orang dewasa).

Persepolis adalah film animasi autobiografi dari komikusnya sendiri, Marjane Satrapi. 4 buku komik Persepolis dipadatkan jadi satu film. Mestinya sih filmnya berbeda dengan bukunya. Bukunya ngga tau udah ada versi bhs Indonesianya atau belum. Tapi di wikimu.com sudah ada review bukunya. Katanya sih keren abis.

Persepolis adalah film perempuan di jaman perang. Bukan film perang. Kisah-kisah kekejaman perang hanya digambarkan melalui narasi, tidak secara visual. Seingatku, cuma ada satu adegan dimana seseorang jatuh, dan darahnya melumuri tanah. Itupun digambarkan secara silhouette. Bahasa visualnya halus banget. Jauh banget sama bahasa visualnya film "300" misalnya, atau "Sin City".

Keren, asli keren gambar-gambarnya. Kocak juga ni film, terutama adegan "Polisi Fashion" yang terdiri dari dua ibu-ibu dimana Marji ABG mesti bo'ong abis2an supaya lepas dari pengadilan Fashion Police. Di Iran, tentara berhak bilang "Fix your Hijab, sister." sama cewe-cewe yang rambutnya ngintip dari hijabnya. Kebayang dong kalo peraturan yang sama berlaku di Jakarta yang penuh dengan rekan-rekan berhijab tapi celananya ketaddddddddddd. Mhuehehehehehhhh.


Blog EntryMembedakan hobby dan bisnisAug 11, '08 9:57 PM
for everyone

Belakangan aku sering bikin perhiasan. Implikasi dari omongan orang-orang yang diaku punya keahlian mengobati orang lain (implikasi di sini adalah: orang lain, bukan guwe) adalah bahwa I put too much stress on my brain and that she (otak kan "he" atau "she", bukan "it") can't hold it too much longer. Yuppp: mereka melabeliku: orang stress.

Sebenarnya sih gw ga percaya banget sama mereka, tapi lucu juga kalo sekali-kali gw membawa pikiran gw pelesiran jauh dari hal-hal yang menekan, dengan bikin perhiasan. Eeee sorry, masih juga belum bisa ngakses multiply.com/m dari mobile gw, so blm bs pamer fotonya. Nothing much. Cuma gelang. Ngga sampai bikin kalung, atau ikat pinggang, dan proyek-proyek besar lainnya. Ngga boleh sesuatu yang bisa membebani pikiran. Halah.

Lumayan menyenangkan, kalo lagi sibuk mainan, emang lupa segalanya. Termasuk kebiasaan nonton film. Nyokap gw bilang, ini kegiatan ngurangin rokok. Hehehehehe. How true for her. Kadang nyokap nemenin, bikin apaan gitu (mostly hanya percobaan ora nggenah juntrungan-ne...hihihihi juntrungan itu bahasa apa ya).

Berhubung daku ndak bisa pakai gelang, perhiasan yang gw buat sih kayaknya juntrungannya bakal dijual. So far sudah ada beberapa orang yg menawarkan diri jadi sales waktu lihat kerjaanku. Entah kenapa reaksi orang terhadap hasil kerjaanku kok langsung begitu. So sure that they're gonna make profit from it.

Sementara, kalo lagi mainan, dalam otakku berputar-putar pikiran: ini bukan bisnis - ini bukan bisnis. Hehehehehe. Takutnya, kalo uda mulai mikir bisnis, hobby baru ini menjadi suatu tekanan hidup. Mwahahahahhhh.

Hari ini, gw kayak orang lapar. Abisan gw lagi keabisan supply buat bikin gelang. Sebel. Mau belanja, kudu kerja. Kalo wiken, tokonya tutup. Minggu lalu gw pake cuti segala, khusus untuk belanja supply jenis A. Ternyata hari ini suply jenis B habis. Duh, males deh.

Jadi inget. Pingin jalan-jalan ke Singapore. Sapa tau nemu supply yang aneh2 di sana. Tapi jalannya sama siapa? *sigh*


Blog EntryBunga setiap wikenAug 4, '08 2:49 AM
for everyone

Sudah sekitar sebulan, nyokap gw terima bunga melulu dari someone. Kok nyokap gw sih (yg umurnya 70 tahun-an gituhhhh), KENAPA NGGA GUE COBA?

Hehehehe, ngga gitu sih cerita benernya. Dekat rumah kami ada gedung pertemuan tempat orang nikah. Dulu, semua bunga bekas pesta dibuang di tempat sampah yang jauh dr rumah kami. Namun, belakangan, entah kenapa, mereka sering buang bunga di tempat sampah kami. Ngga cuma bunga dekorasi, bunga ucapan selamat segede meja bilyar juga dibuang di tempat sampah kami. Kadang anak-anak-anak tetangga, yang masih SD-TK gitu deh, mereka memungut bunga-bunga yang masih bagus dan memberikannya pada nyokap gw, eyangnya anak-anak kecil di komplek kami. Nyokap suka bikin karangan bunga dari tangkai-tangkai bunga yang cuma tahan sehari dua hari lagi itu.

Belakangan, ada pemulung yang menyelamatkan papan ucapan selamat berhiaskan bunga-bunga yang masih bagus itu dari tempat sampah. Bunganya diambil, ditaruh di teras rumahku. Papan-nya dia jual balik ke tukang bunga. Naruhnya diam-diam, kita ngga pernah tahu siapa orangnya. Tau-tau ada 2-3 rangkai bunga, lengkap dengan spons-nya. Kadang nyokap gw bikin karangan bunga baru yang lebih kecil, untuk ditaruh di dalam rumah. Kadang, saking banyaknya bunga yang ditaruh di teras kami, akhirnya dia biarin saja karangan2 bunga itu menghiasi teras kami. Palingan disiram spons-nya, supaya bunga lebih tahan beberapa hari.

Walhasil, tiap wiken bunga di rumah gw ganti.

Can't imagine having a home full of flowers like this lhoooo dulu2.


Blog EntryAvatar: the legend continued...Jul 5, '08 1:26 PM
for everyone
Pertama nonton Aang karena ada kenalan yang bawa CD-nya ke rumah, jadi nonton ngga berhenti-henti deh. Adikku bilang, mestinya kamu nonton versi aslinya, dalam bahasa Jepang. Dengan cepat, daku terobsesi nonton serial yang satu ini. Langsung buka Google, ketik "avatar aang" dapat dua situs. Pertama Wikipedia (apa sih yang enggak Wikipedia sekarang ini?), kedua www.avatarspiritmedia.net. Dari situ aku baru tahu, film Avatar ternyata bukan anime, bukan dari Jepang. Ini film milik kerajaan kartun amrik: Nickelodeon.

Satu yang bikin saya terobsesi nonton Avatar adalah kombinasi budaya yang digambarkan dengan cantik. Belum lagi hewan-hewan "kombinasi" dari dunianya Aang. Dan ternyata research yang dilakukan orang-orang di balik karya kartun indah ini, tak terduga dalamnya. Berdasarkan info dari Wikipedia, ada 4 jenis martial art Timur yang digunakan di sini.

Jurus-jurus dalam waterbending di Avatar, sebenarnya adalah jurus-jurus Tai Chi. Jurus-jurus dalam earthnending, diambil dari jurus-jurus Hung Gar (jurus-jurus KungFu-nya Wong Fei Hung...kalo yang suka nonton Jet Li jaman dulu...pasti tau banget ni). Jurus-jurus dalam firebending, adalah copy-paste-nya jurus-jurus Shaolin Timur. Jurus-jurus airbending, nyontek dari jurus-jurus Baguazhang (bersumber dari I-Ching). Tokoh Toph istimewa sendiri, jurus-jurusnya khusus diambil dari jurus-jurus Chu Gar (southern praying mantis...dunno WTH is that). Kalau di akhir film, pas sederetan credit line berbaris muncul dan menghilang, perhatikan deh nama orang-orang yang menjadi konsultan martial art. Jadi membuat film kartun pun perlu ahli-ahli kung fu, untuk memastikan visualisasi gerakan yang benar.

Sayang saya belum dapat info tentang visualisasi arsitektur dan pakaian yang digunakan dalam film Avatar. OK, airnomads menggunakan pakaian budaya Tibet, namun apakah arsitekturnya juga? Airnomads digambarkan sebagai orang-orang yang bebas-lepas, punya sense of humor yang tinggi, apakah ini hasil research pada bangsa tertentu? Watertribe menggunakan pakaian dan arsitektur budaya orang kutub utara. Bagaimana dengan bentuk kapal-kapalnya? Apakah murni diambil dari budaya Eskimo? Fire nation sepertinya inspirasinya dari Jepang. Sementara earth kingdom dari Cina. Tapi hal-hal mana yang tidak dirubah, dan mana yang fiksi. Ini menarik.

Tapi ponakan saya yang masih SD kelas 4 protes dengan rasa jijik, "Avatar banyak ciumannya !". Ouch...tunggu beberapa tahun lagi...kamu pasti suka liat adegan ciuman, Nak. 

Blog EntryGuwe pingin tasJul 5, '08 11:38 AM
for everyone
Tas yang cakep menurut guwa, dan yang bisa dimasukin macem-macem, lalu ngambil barangnya lagi ngga susah, en ngga berat.
Rewel ya guwe.

U know those girls who change their bag every day? Du gw ngga ngerti deh gimana cara mereka bisa memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal di tas yang satunya lagi, ketika mereka ganti tas. Yang gw tau, itu akan selalu terjadi. Tapi bosen dong kalo tasnya tampangnya gitu-gitu ajah. So tas yang cakep menurut guwa adalah tas yang bisa ganti-ganti tampangnya, tapi isinya ngga ilang ato berceceran dimana2. Gw pingin tau produsen tas di Indonesia yang mana yang sudah mikirin segi ini.

Kalo poin yang kedua dan ketiga itu ngga susah. Sekarang udah mulai banyak tuh tas yang interiornya compact banget. Ya utamanya sih masih backpack tuh yang kayak gitu. Kalo tas cewe mah... masih tas impor ya. Tas dalam negri kayaknya belum. Ato gw aja yang sempit pengetahuannya dalam soal tas cewe. Iya, itu kali ya, mudah2an.

Entah mengapa begitu gampang buat para produsen tas menebak isi tas cowo, sehingga tas-tas/backpack komputer itu keren2 banget interiornya. Dan semua cowo menyukai tas2 itu. Namun, entah mengapa, agak sulit bagi para produsen tas untuk dapat menebak apa isi tas cewe. Sehingga sebagian besar tas cewe, dalam maupun luar negeri, pasti ngga ada kompartemen yang compact ala tas2 cowo.

Wahai teman-teman cewe ku yang cantik dan baik hati, apa isi tas kalian?

Bukannya seputar:
1. payung
2. mukena
3. dompet
4. buku kecil + alat tulis (barang kali nih ya...tapi bisa juga buku bank)
5. handphone (kalo yang bawa notebook mah pasti bawa tas kedua)
6. kosmetik
7. parfum
udah kan yah? How hard is it to make beautiful comparment for those stuffs in lady bags?

Poin yang terakhir: ngga berat. Tau kan penyebab banyak cewe pundaknya miring sebelah? TAS. Tas dalam sejarah wanita mulai membawa tas... tetap bertahan sebagai penyebab utama wanita menderita penyakit punggung seperti skeliosis (eh...bener ngga spelling-nyah?). Kenapa produsen tas tetap aja ngga mengusahakan pemilihan bahan yang ringan untuk membuat tas? Kenapa tas cuma dibilang sebagai penyebab sakit punggung... tapi kok ngga dianggap sebagai ancaman serius? Mengapa tidak ada usaha untuk lebih baik?


Blog EntryLagi, tentang cari bajuJul 5, '08 11:34 AM
for everyone
Satu hobby gw yang dari dulu ngga sembuh-sembuh, adalah mlototin craft kain+benang buatan wanita Indonesia. Terkadang gw mendapati diri gw sendiri, jalan lontang-lantung ngga keruan juntrungannya, cuma "mata-fiesta" terhadap craft kain+benang di Tanah Abang atau di pameran craft seperti Inacraft.

I know I'm not alone.

Tentu saja, ternyata yang bagus2 di Tanah Abang itu belum tentu buatan Indonesia semua lo. Ada yang "tega" jualan barang Thailand or China, padahal barang buatan Indonesia sudah bagus-bagus sekali.

Terkadang gw bengong membayangkan cara gw akan memotret baju-baju atau aksesoris atau detil-detil karya mereka. Yoi, brengseknya khayalan gw terbatas pada mengabadikannya, bukan memakainya. Akhirnya tiap kali gw ke pasar2 itu, gw tuh akhirnya ngga belanja apa2. Nyokap kadang sebel... hasilnya apa nih. Capek jalan doang !

Memakainya?
Ah ! Harus selalu disetrika. (secara baju gw kebanyakan kaos mlulu, biar ngga usah distrika...hemat tagihan PLN bowwww, qeqeqeqqqq)
Ah ! Dipakenya gatel, atau terlalu ketat (baca: ngga comfy bowwww).
Ah ! Gw ngga suka terlalu menonjol. Jidat gw uda cukup menonjol kok.

Somehow, along the way, nafsu gw untuk kelihatan luwwwaarrrrrrrrr biasyaaaaaaaa mempesonnnahhhhhh ...itu...uda luntur. Yea, they look good, but somehow... they are not for me. Lalu for me apa? Ga tau. Kadang gw mulai berpikir...adooo...coba kantor gw ada seragam ya. Kan jadinya gw ngga perlu pusing beli baju baru.

Eh, sori ni, tadi di atas bicara tentang craft kain+benang, kok trus nyasar ke acara beli baju?

Blog EntryLibur mandiJul 2, '08 10:32 PM
for everyone

Satu yang menyenangkan bagi ponakan-ponakan yang nginep di rumah gw sepanjang liburan, adalah mereka tidak wajib mandi. Liburan sekolah, libur pula mandinya. No one will mind. Though, to be honest, gw ga mau deket2 mereka. Dude... teenagers, cowo pula, plus musim pertumbuhan. Kebayang bauknya gimana tu anak2 yang pada males mandi. Apalagi kalo abis main bulutangkis.

Hehehe, paling lucu kalau ibu-ibu mereka datang menjemput, "Kok bajunya masih segini-gini aja, belum habis-habis?... Ngga mandi ya !"

Cengar-cengir mereka bilang: "Kan penghematan air!"

Namun sore kemarin mereka satu-satu mandi, salah satu bilang sama gw: "Tante belum mandi kan?"

"Ih udah. Tadi pagi. Duluan Tante mandinya daripada kamu. Kamu baru sore ini kan?"


Blog EntrySeneng tapi sebelJul 2, '08 10:25 PM
for everyone

Oh-oh-oh, mo cerita, sejak terakhir gw nulis di Multiply, gw uda nambah berat sekitar 5 kilo-an. Satu setrip lagi berat gw nyampe 55 loh sekarang. Ini berita baik, secara gw blm pernah seberat ini seumur hidup. Berita buruknya... gw musti mengadakan wardrobe dengan ukuran baru.

Mungkin banyak temen akan bilang: asik kan? ada alasan shopping !!!

Cuma, sekarang gw ngga kayak dulu ya, pulang kantor masih bisa keluyuran. Wiken keluyuran dari pagi sampai gelap. Belanja mendatangi banyak pasar, kalo blm ada pasar/mall yang belum didatangi, kayaknya kok ketinggalan jaman banget. Dan kalo sampe gw ketinggalan jaman... waaaa kiamat dunia.

Sekarang pulang kantor uda cape. Palingan ke supermarket. Belanja makanan. Atau berenang. Kalau uda akhir bulan, ya ke toko buku. Ngga lagi deh muter2 mall sambil lirik kanan-kiri.

Wiken, enaknya di rumah. Nonton film. Ngegeletak dari pagi ampe malam. Atau ke Tanah Abang, ngangin-ngangin-in emak gw. Biar emak kena angin. Ibarat krupuk aje, kudu diangin-anginkan. Kalau pergi berbanyak orang, misalnya sama ponakan, musti hitung jumlah orang, karena harga taxi sekarang jadi sebanding dengan harga naik bis, kalo jumlah orangnya banyak.

Udah terlalu cape rasanya untuk kliling toko, atau bersabar-sabar menghadapi penjahit pakaian. Sementara pakaiannya udah sempitttttt. Senep ni perut, kalo nafas ngga bisa lepas.


Blog EntryBelajar Hak Kekayaan Intelektual itu ...Jul 2, '08 11:15 AM
for everyone
Belajar Hak Kekayaan Intelektual itu menyenangkan sekaligus menyebalkan.

Kalo inget seabrek-abrek kekayaan Indonesia dicuri orang dan dinyatakan orang sebagai hasil intelektual mereka, betapa ....ngga tau uda berapa banyak tanaman Indonesia yang dicuri orang dan dinyatakan orang sebagai hasil penemuan mereka...dan hanya mereka yang berhak menanam dan mengambil manfaatnya, terus sebenarnya ngapain ikut2an mengakui pencuri-pencuri itu?

Cina setiap tahun mengirimkan para pencuri ilmu untuk mendokumentasikan disertasi-disertasi yang dibuka untuk umum di USA. USA tidak kalah gencarnya untuk mencuri obat2an Cina dan diakui sebagai hasil penemuan mereka (gw baca ini dari joke USA-Cina, kalo cari referensinya... males ah). Kemudian Cina balas lagi dengan membajak film-film Hollywood dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Jadi sebenarnya yang mendewa-dewakan HAKI itu...sebenarnya pencuri HAKI juga?

Kalau diingat-ingat, masalah Maling-Sia nyolong "Batik" justru yang bikin wanita-wanita Indonesia tua-muda-miskin-kaya sekarang jadi tergila-gila mengenakan fashion batik. Padahal tahun 97, orang Pekalongan sempat jadi kaum dhuafa, karena batik ndak ada yang beli. Tinggal tunggu efek Maling-Sia nyolong Reog...kalo ngga salah trus ada festival Reog di Batu ya? Atau festival Bantengan? Lupa. Mirip2 sih konsepnya.

Paling lucu sih fenomena handphone-handphone Cina yang murah yang model dan isinya sama dengan HP2 mahal Eropa. Lucu aja. Kok bisa klausa HAKI ketinggalan ndak masuk kontrak jual beli? Tapi ya, siapa suruh bikin pelanggaran wilayah penjualan?

Blog EntryHobby & good deedJul 2, '08 10:59 AM
for everyone
One thing I like about my site's skin is: I can pretend that I actually own a mac, and that every night I would lay down on my stomach and type ( which is actually a hard thing to do, hehhehehheh)

Kemarin ada teman bilang: Mira, coba berhubungan dengan si anu yang suka nyelam...bla-bla-bla
I sadly replied: I have hung my fins.
Adoooo, trus orang itu bingung malahan, apa itu gantung fin? Deu CAPE DE

A lot of stuffs that I did in the past, I do without now. I feel that they are no longer significant to do. I haven't had any hobby for years after that...let's see... about 4.5 years already. And now I'm trying to pursue a new one, starting this month. Yet I keep thinking the profitable side of this hobby. A hobby ceases to be a hobby once we think about its profitable side. The making money side.

I've been so materialistic for the past few years that I've never thought about doing anything without considering its profitable possibilities. And yet, due to the current situation, I have to try to be less materialistic (I came up with that idea myself, it's not necessarily a realistic thought) and try to think about having 100% fun.

Scuba diving, of course, is not one of them, anymore. Writing is always the one. I did another the so-called "charity writing" last week. Where I donate a bunch of suppossedly "great" ideas to a group which I think needs it. Did it once in 2002/2001. Turned out it's one of the best charity I've ever done in my life.

An ustadzah once said, if you do a good deed, don't show it off, it might lessen my pahala (lupa bahasa Inggrisnya apa). But what about if by showing it off, I might be able to inspire others to do something similar? 

Blog Entrysuasana ngetik yang enakMay 18, '08 10:52 PM
for everyone

Beberapa minggu terakhir, gw merasa melakukan pemborosan. Pasalnya gini, gw udah sekitar setengah tahunan lebih pasang internet di rumah. Ceritanya kan gw waktu itu gw perkirakan gw akan banyak sekali menggunakan internet. Yang urusan bikin paper lah. Yang urusan pingin bikin beberapa website pribadi lah. Yang banyak banget gabung sama internet community, jadi kan lebih banyak waktu kan kalo nge-net-nya di rumah.

Alhasil...prakteknya ngga gitu.

I found out I couldn't do serious writing at home. Udah pake ganti kursi segala, entah kenapa, mood-nya ngga turun. Tau ngga mood terbaik gw timbul di mana? Di WARNET boooo. Bukan di kantor, bukan di rumah. Walhasil, meski ada akses internet di kantor, meski uda pasang internet di rumah, ujung2nya kalo mo nulis paper sekolah, teteupppp deh gw jalan ke warnet. Bloon pisan.

Sebenarnya apa sih yang bikin gw demen ngetik di warnet?

Interupsi? emang kalo di kantor banyak banget interupsi, tapi di rumah kan sedikit interupsinya, palingan panggilan makan malam doang.

AC? mungkin. di rumah emang ngga ada AC. Tapi di kantor kan banyak.

Terangnya lampu? ya di rumah dan di kantor terang. Tapi di warnet justru gelap loch. Pusing kan?

Well, at least untuk nge-blog, gw masih bisa ngerjainnya di kantor. Qeqeqeqeqeqqqq.


Blog Entrykenapa sih manualnya engga ada?May 9, '08 8:22 AM
for everyone
menurut gw, semua yang dijual should come with a manual

misal, manual baju:
- manual cara nyucinya, supaya warna, jahitan dan bahan awet
- manual cara makenya, supaya ngga norak dipakenya
- manual cara njualnya lagi, supaya nilainya tetap tinggi

atau manual makanan:
- manual gimana cara makan yang lebih enak
- manual, enaknya dimakan ama apa
- manual amannya gimana cara makannya, supaya ngga keseleg
- manual mengenai alergi
- manual mengenai sosial living, ini makanan bagusnya dimakan pas kapan, pas upacara apaaaa gitu

dan guwa paling perlu manual sepatu:
- kalo haknya patah, gantinya dimana
- kalo ngga enak dipake, cara ngakalinnya gimana
- kalo kets gw kotor, gimana nyucinya
- kalo bosen ama penampilan default-nya, bisa divariasi dengan apa


Blog EntryHP ngga boleh disebut mainan ya?May 9, '08 8:10 AM
for everyone
Paling seneng kalo berangkat ngantor, semobil sama orang doyan HP, kayak dua pagi yang lalu.

"Eh, itu U1000 ya?"
"Bukan, ini cuma Dopod 900."
(halah....kurang cepe' ajah...masih nawar)

Gw amat doyan mengagumi mainan-mainan ini.

"Kenal Michael di accounting ga? Waaa guwa naksir de ama punyanya dia. Kayak blekberi, tapi sleek, alus gitu, dan tipis kayak punya gw."
"Iya, blekberi mah gemuk modelnya."

Tapi ngga semua lho orang yang mainannya keren-keren gitu suka kalo diajak ngobrol tentang mainannya. Gw pernah tuh ikutan seminar yang ngebosenin banget pembicaranya. Sebelah gw (cowo, en jam tangannya kereeeeeen banget) asik nguleng-nguleng Communicator E90-nya. So, ceritanya gw sok akrab, mo ngobrol bentar, soale bosen bo ngeliat ke pembicara di depan. Gw bilang, "Mainannya keren?"

Eh dia cuma mengguman, "Hhhm."

Ternyata itu opening line yang ngga cocok kali ya buat ngobrol ama cowo?
HP ngga boleh disebut mainan ya?

Blog EntryLaporan kalo uda pubMay 9, '08 7:56 AM
for everyone
Beberapa malam yang lalu nyokap gw bobo-an deket gw dengan wajah sumringah, bilang: "Tadi dong Ibu be-ol."
Mendadak kita ketawa bareng.

Buat keluarga gw, bisa buang air besar secara teratur itu is a BIG deal. Belum lama gw menemukan kunci untuk bisa buang air besar secara teratur, dan gw langsung share ama nyokap, "Kalo udah berasa lama ngga ke belakang, minum air banyak-banyak, pasti de nanti langsung buang air besar."

Cuma ya itu, kita kadang-kadang menertawakan diri kita sendiri, kok ya soal selangkangan belakang harus laporan gitu. Sepertinya kalau keluarga lain mungkin tidak begitu.

Anything to keep the smile on our face, though.

Blog EntryAWWW...tomatMay 9, '08 7:46 AM
for everyone
Hari ini gw surfing tentang mail merge di kantor. Sejak ganti boss, gw jadi sering banget surfing hal-hal yang berhubungan dengan kerjaan kantor. Hihihihihi. Mostly karena tugas gw sekarang adalah meng-otomatisasi-kan semua tugas-tugas gw yang dulu. Mwahahahaha

tugas-tugas administrasi berulang + volume data berjibun = otomatisasi kan dong, yang

Sekarang semua harus DI !...mail merge
Sekarang semua harus DI !...buat formulanya
Sekarang semua harus DI !...bikin alarm kalo uda mau habis masa berlakunya

Secara tadinya otak gw lebih banyak bekerja "Adobe Photoshop" style, sekarang harus mikirnya pake "IF begini THEN begitu ELSE begono", sementara di kampus masih harus pusing tentang "testimonium de auditu", agak repot yeee. Kadang bahasa tubuh boss gw tu bilang begini: "Gimana sih, kok ngga bisa sepinter guwe?" Adooo.

Yang paling bikin gemes adalah kalau boss bilang: "Mir, ini bisa kan dibuat mail merge nya?"
Trus pas gw surfing, hasilnya: "Sorry Hon, that's totally impossible for MS Word."
Cakeuppp.

Oh I'm not saying that I hate my boss. On the contrary, this boss is TOTALLY refreshing. The last time I had a similar boss was ten years ago? God, I'm old.


Blog EntryLagi sebel sama IM2Mar 7, '08 3:03 AM
for everyone

  • + kring
  • -  indosat...
  • + tanya dong mbak, aku punya account IM2 ni, naaa aku ada rencana mo beli kompie linux, software IM2 nya bisa dipasang di linux ga?
  • -  user id nya apa?
  • + bla-bla-bla (ngapain sih pake nanyain user id segala?)
  • - oh anda bernama bla-bla-bla, alamat bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla-bla
  • + iya, so bisa ga software itu dipasang di linux? sekarang ini aku pasang di windows
  • - ga bisa mbak, softwarenya adanya versi windows sama mac, mbak bisa download software yang versi mac dari situs kami
  • + *gubrak*

Favorit gw adalah sikat gigi anak-anak atau balita.
  • Warna-warnanya lebih jentreng en keren
  • Bentuk-bentuknya lucu-lucu, kreatif pisan, manalah ada yang model beginian di sikat gigi dewasa
  • Bulunya relatif lebih lembut daripada bulu sikat gigi dewasa, mengurangi kemungkinan gusi berdarah ketika disikat
  • Jangkauan kepala sikat bisa masuk ke tempat yang sempit en nyelempit di dalam mulut, jadi sikatan bisa lebih bersih hasilnya
  • And frankly speaking... kalo ada ponakan gw main ke rumah ngga bawa sikat, tinggal gw buka simpenan spare sikat gigi guwa...ga repot kan?
PS: foto hasil moto pake hape di supermarket.


Blog EntryPlaza Senayan pas ImlekFeb 6, '08 9:20 PM
for everyone
Tes. Tes.Ini pertama kalonya masukin postingan pake HP. Kagak ada spell checker yeeee.

Foto ini diambil di Plaza Senayan seminggu yang lalu. Ada musik Cina nya gitu. Yang main tua-tua tp dicat rambutnya.

Masukan dr temen yg kerja di Blok M, Plaza Senayan ternyata selalu jadi inspirasi banyak mall-mall lainnya dalam hal dekorasi. Jadi kalau mau ngedekor, mereka jalan-jalan dulu ke Plaza Senayan, potret sana-sini, baru bikin yang agak beda-beda dikitlaaa dari yang di PS.

http://childrenphotography.bymiratj.com/


Blog EntryEbay sudah resmi ada di IndonesiaFeb 1, '08 12:27 AM
for everyone
 Beberapa hari yang lalu sepucuk e-mail melayang ke mailboxku dari Paypal. Judulnya:"Launching Local Bank Withdraw". Isinya menjelaskan bahwa pemilik account Paypal dari Indonesia sudah dapat menarik uang dari account Paypal-nya dan langsung gratis ditransfer ke bank account di Indonesia. HORE !!! Selama ini Paypal hanya menyediakan fitur menarik uang tapi ditransfer ke credit card untuk pemilik account dari Indonesia. Tapi oleh Paypal ini dikenai fee IDR 50 ribu. Sementara kalau kita tarik uang dari ATM menggunakan credit card, kena lagi fee IDR 50 ribu. Jadi ini perubahan yang OK banget.

Kemudian saya bertanya-tanya, mengapa Paypal sekarang memberikan fitur tersebut pada pemilik account dari Indonesia, negara yang notabene di tahun 90 adalah negara dengan online-fraud tertinggi di dunia. Lalu saya coba gooling qword: ebay indonesia.

There it is: http://id.ebay.com/

Situs ini berbeda dengan situs www.ebayindonesia.com yang kurang lebih setahun yang lalu masih bisa diakses. Barusan saya coba tengok, ternyata sudah for sale situsnya.

Bahasa muka depannya masih dalam bahasa Inggris, namun jika Anda klik salah satu barang dagangan di situ, isinya pasti dalam bahasa Indonesia. Kemudian salah lihat bagian HELP, masih me-refer ke help page ebay.com. Fee yang diberlakukan juga masih dalam US$ (pusing...pusing...pusing).

Yang jelas, senang juga Indonesia akhirnya diakui WWW.

Mira TJ

http://childrenphotography.bymiratj.com/


Blog EntryKolam Renang Jakarta Apakah Masih Seperti Ini?Jan 24, '08 1:08 AM
for everyone

Salah satu dari Hijriah New Year's Resolution saya adalah saya ingin kembali aktif berenang untuk kesehatan. Ikan cere yang satu ini sudah tiga tahun pas tidak pernah berkubang di air warna aquamarine lagi. Tahun lalu sudah kena panggil dokter karena hasil medical check-upnya menurun dari hasil tahun sebelumnya. Tahun Kabisat ini, saya ingin hal-hal yang lebih baik bisa saya lakukan.

Jadi ingat kolam-kolam yang rajin saya sambangi dulu.

  • Kolam renang Bulungan.
  • Kolam renang Senayan.
  • Cilandak Sport Center (sekarang namanya berubah jadi kolam renang CITOS ngga?).
  • Gelanggang Remaja Kuningan Sumantri Brojonegoro (berubah jadi Kolam Renang Pasar Festival kali yaaaa).

Jadi bertanya-tanya, bagaimana keadaan kolam-kolam itu sekarang. Apakah masih seperti dulu? Apakah sudah berubah seiring dengan perkembangan jaman dan peradaban?

Kolam Renang Bulungan yang saya kenal adalah sebuah kolam yang dijuluki "cendol". Bukan cendol ijo-ijo mengapung di permukaan kolam tersebut, tapi yang berenang banyak banget, sampai akhirnya orang hanya bisa berendam saja di sana. Mestinya namanya diganti jadi Kolam Rendam Bulungan.

Kebersihannya ketika terakhir saya ke situ sekitar 10-15 tahun yang lalu tidak banyak berubah. Ada kolam cuci kaki yang warnanya coklat. Ada tempat mandi yang ... mendingan ngga mandi di situ. Juga kolam renang yang lebih mirip kolam rendam (... nama yg lebih tepat: Jacuzzy Bulungan !).

Terakhir kali saya ke kolam Senayan adalah tahun 1998-1999. Waktu itu tentara/polisi yang bertugas menjaga wilayah DPR dan seputar Senayan, suka mandi di situ. Bukan mandi di shower area. Mereka lebih suka langsung nyemplung di kolam 5 meter. Akibatnya, kami yang dapat bagian berlatih setiap Kamis malam (lupa gue... Rabu malam atau Kamis malam gitu) kadang-kadang mendapati kumpulan-kumpulan busa sabun mandi mengambang di permukaan kolam. Hiya lah... mosok mandi ndak pakai sabun?

Kolam paling asik di sana adalah kolam 2.5 meter. BIRU bo. Dan tidak ada tempat ceteknya, sehingga orang tidak mungkin berendam di situ. Paling banter water trapen. Tapi berapa lama sih orang tahan water trapen? 5 menit sudah jago tuh. 10 menit? Sudah teriak-teriak dan memohon-mohon supaya boleh menepi. Kolam 1.5 meternya berwarna kehijau-hijauan airnya. Paling tidak terakhir saya main kesana, airnya begitu. Mata saya sempat kelilipan partikel-partikel yang melayang-layang di dalam kolam tersebut.

Cilandak Sport Center adalah tempat saya belajar untuk bisa jago berenang. Waktu itu saya paling banter bisa berenang 5-10 meter. Saya sebenarnya ingin berenang di kolam renang murah seperti Gelanggang Kuningan. Namun karena kemampuan renang saya amat terbatas, saya takut kalau kebanyakan berendam nanti banyak yang nyolek-nyolek atau ngerogoh-rogoh *literally speaking*. Jadilah saya mengunjungi kolam mahal ini untuk meningkatkan daya renang saya. Dari yang tadinya cuma bisa 5-10 meter nonstop, menjadi 200 meter nonstop.

Cilandak Sport Center adalah kolam yang luar bisa menyenangkan di tahun 94-96 an. Kadang-kadang saya baru naik dari kolam mendekati jam 9 malam. Ukurannya bukan olympic, tapi lebih luas dari setengah olympic. Orang-orang yang berenang di sana tidak jorok dan tidak colek-colek. 10 tahun kemudian, saya dengar cerita dari rekan kantor bahwa pada hari-hari tertentu dan jam-jam tertentu, banyak orang suka ber-oh-Naniii di dalam kolam. Dia sedang berenang, dan mendapati seseorang memandanginya tak putus-putus dari pinggir kolam, sambil melakukan ... itu. Segera dia keluar dari kolam, mengangkat putrinya yang masih balita, pergi dan tak kembali lagi.

Gelanggang Renang Kuningan adalah kolam pujaan sepanjang masa. Bagaimanapun tingkah laku pengunjungnya, saya tetap cinta mati sama kolam renang satu ini. Dari segi ukuran... olympic...sukaaa. Dari segi lokasi, strategis dan banyak tempat makan. Dari segi jam buka, excellent. Kalau malam belasan lampu ribuan Watt dinyalakan menerangi kolam bak siang hari. Jam setengah 7 pagi juga sudah buka kalau tidak salah. Ada locker simpan barang, dan kalau sudah kenal sama pengurusnya, bisa titip sepatu katak di situ. showernya banyak dan airnya melimpah ruah, ada pintunya semua - walau tidak jamin bisa ditutup. Kebersihannya setingkat lebih baik daripada Kolam Bulungan, which is... sangat-sangat baik jika mengingat harga karcis masuknya waktu itu adalah 5000 rupiah.

Antara tahun 1997-1999 saya berenang di sini 3 sampai 4 hari dalam seminggu. Krismon kan harus berhemat ya. Kalau dihitung-hitung lebih murah saya refreshing di kolam daripada di mall. Mulut saya sampai berbuih-buih membicarakan kebaikan-kebaikan kolam ini pada rekan-rekan di Senayan, sampai akhirnya salah satu rekan saya luluh dan ingin mencoba berenang di sana.

Ternyata ada alasan mengapa saya bisa merasa aman tentram berenang di kolam "negri" ini. Biasanya kan hanya kolam "swasta" yang cukup aman. Ternyata kolam ini banyak digemari rekan-rekan gay. Sementara rekan saya yang straight dan kebetulan berbodi yang bikin rekan-rekan gay meneteskan liur, ngeri banget ketika didekati salah satu pengunjung kolam. Habis gimana, ngedeketinnya pas di shower. Udah gitu pakai pegang-pegang pula.

Tahun 1429 H ini, cita-cita saya ingin kembali ke kolam lagi. Mungkin sudah tidak ke kolam-kolam yang saya sebutkan di atas karena secara lokasi sudah tidak begitu strategis lagi bagi saya. Mudah-mudahan, jika Allah berkenan, kali ini tidak ada lagi panu-kadas-kurap bagi saya di kolam-kolam.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help